Selasa, 07 Mei 2013


PENYUCIAN AKHIR - PURGATORIUM

dikutip dari: Katekismus Gereja Katolik #1030 - 1032

Siapa yang mati dalam rahmat dan dalam persahabatan dengan Allah, namun belum disucikan sepenuhnya, memang sudah pasti akan keselamatan abadinya, tetapi ia masih harus menjalankan satu penyucian untuk memperoleh kekudusan yang perlu, supaya dapat masuk ke dalam kegembiraan surga.

Gereja menamakan penyucian akhir para terpilih, yang sangat berbeda dengan siksa para terkutuk, purgatorium [api penyucian]. Ia telah merumuskan ajaran-ajaran iman yang berhubungan dengan api penyucian terutama dalam Konsili Firence dan Trente. Tradisi Gereja berbicara tentang api penyucian dengan berpedoman pada teks-teks tertentu dari Kitab Suci.

"Kita harus percaya bahwa sebelum pengadilan masih ada api penyucian untuk dosa-dosa ringan tertentu, karena kebenaran abadi mengatakan bahwa, kalau seseorang menentang Roh Kudus, ia tidak akan diampuni, 'di dunia ini tidak, dan di dunia yang akan datang pun tidak' (Mat 12:32). Dari ungkapan ini nyatalah bahwa beberapa dosa dapat diampuni di dunia ini, yang lain di dunia lain" (Gregorius Agung, dial. 4,39).

Ajaran ini juga berdasarkan praktik doa untuk orang yang sudah meninggal, tentangnya Kitab Suci sudah mengatakan: "Karena itu [Yudas Makabe] mengadakan kurban penyilihan untuk orang-orang mati, supaya mereka dibebaskan dari dosa-dosanya" (2 Mak 12:45). Sudah sejak zaman dahulu Gereja menghargai peringatan akan orang-orang mati dan membawakan doa dan terutama kurban Ekaristi untuk mereka, supaya mereka disucikan dan dapat memandang Allah dalam kebahagiaan. Gereja juga menganjurkan amal, indulgensi, dan karya penitensi demi orang-orang mati.

"Baiklah kita membantu mereka dan mengenangkan mereka. Kalau anak-anak Ayub saja telah disucikan oleh kurban yang dibawakan oleh bapanya (Ayb 1:5), bagaimana kita dapat meragukan bahwa persembahan kita membawa hiburan untuk orang-orang mati? Jangan kita bimbang untuk membantu orang-orang mati dan mempersembahkan doa untuk mereka" (Yohanes Krisostomus, hom. in 1 Cor 41,5).


CATATAN DARI SUATU JIWA DI API PENYUCIAN 
 

Seorang biarawati yang disebut sebagai Suster M. de L.C. mempunyai hubungan yang luar biasa dengan Suster M.G., seorang biarawati dari biara yang sama yang telah meninggal dunia. Dua setengah tahun setelah kematiannya, Suster M.G. menampakkan diri dan mengatakan bahwa ia sedang berada di api penyucian, dan bahwa adalah rencana Allah agar Suster M. de L.C., melalui penderitaan dan doa-doanya, akan meringankan dan pada akhirnya membebaskan Suster M.G. dari tempat silih itu. Berikut kutipan catatan Suster M. de L.C.

Apakah yang Terjadi Ketika Jiwa Meninggalkan Tubuh?

"Ketika jiwa meninggalkan tubuh, ia mendapati dirinya dalam suatu terang yang membingungkan dan dalam sekejap mata jiwa melihat seluruh kehidupannya dihamparkan di hadapannya, dan melihat ini, jiwa tahu apa yang pantas baginya, dan terang yang sama ini memaklumkan hukuman bagi jiwa. Jiwa tidak melihat Allah akan tetapi dikuasai oleh kehadiran-Nya. Jika suatu jiwa bersalah sepertiku, dan karenanya, pantas pergi ke api penyucian, jiwa dihimpit begitu rupa oleh beban kesalahan-kesalahan yang masih harus disilih, hingga jiwa melemparkan dirinya ke dalam purgatorium. Hanya pada waktu itulah orang mengerti Allah dan kasih-Nya bagi jiwa-jiwa dan betapa mengerikannya kejahatan dosa di mata Keadilan Ilahi … Keadilan Allah menahan kita di purgatorium, dan kita pantas untuk itu, namun demikian kerahiman-Nya dan hati kebapaan-Nya tiada meninggalkan kita di sini tanpa penghiburan sama sekali. Kami dengan berkobar merindukan persatuan sempurna dengan Yesus, dan Ia merindukannya sedalam kita … Di purgatorium ada jiwa-jiwa yang sangat bersalah namun mereka bertobat, dan sekalipun demikian dosa-dosa tetap harus mereka silih, mereka diteguhkan dalam rahmat dan tak lagi berdosa. Mereka disempurnakan sebagaimana jiwa dimurnikan secara bertahap di tempat silih ini."

Berapa Lamakah Jiwa di Purgatorium Akan Dibebaskan?

"Mengenai waktu pembebasan kami, kami tak tahu apa-apa. Andai saja kami tahu bilamana akhir dari penderitaan kami akan tiba, itu akan menjadi suatu kelegaan besar, suatu sukacita bagi kami, akan tetapi tidak, tidak demikian. Kami tahu pasti bahwa penderitaan kami berkurang dan persatuan kami dengan Allah menjadi semakin dekat, akan tetapi kapan harinya (itu menurut perhitungan duniawi, sebab di sini tidak ada hari) kami akan dipersatukan dengan Allah, mengenai itu kami tidak tahu sama sekali; itu rahasia."

Apakah Peringatan Arwah Semua Orang Beriman Mendatangkan Sukacita Besar di Purgatorium?

"Pada Peringatan Arwah Semua Orang Beriman banyak jiwa-jiwa meninggalkan tempat silih dan pergi ke surga. Juga, oleh suatu rahmat istimewa dari Allah pada hari itu saja, segenap jiwa-jiwa menderita, tanpa terkecuali, beroleh bagian dalam doa-doa umum Gereja, bahkan mereka yang berada di purgatorium besar. Meski begitu kelegaan tiap-tiap jiwa adalah sesuai dengan ganjarannya. Sebagian menerima lebih, sebagian kurang, akan tetapi semua merasakan manfaat dari rahmat luar biasa ini. Banyak jiwa-jiwa menderita menerima satu pertolongan ini saja di sepanjang tahun-tahun panjang yang mereka lalui di sini dan ini karena keadilan Allah. Akan tetapi, bukan pada Peringatan Arwah Semua Orang Beriman kebanyakan jiwa-jiwa pergi ke surga. Melainkan pada malam Natal." (Lebih lanjut, silakan baca "Catatan dari Suatu Jiwa di Api Penyucian.")

Berikut adalah kesaksian Suster M. de L.C. sendiri.


SUATU JIWA MENDERITA DI PURGATORIUM KEPADA SUSTER M.

Andai saja kau tahu apa yang aku derita! Sudi doakan aku, aku mohon. Aku menderita hebat di mana-mana. Allah-ku, betapa maharahim Engkau! Tak ada yang dapat membayangkan seperti apa Purgatorium itu. Berbaik-hatilah dan berbelas-kasihanlah kepada jiwa-jiwa malang.

Mei 1874. Aku telah berada di Purgatorium kedua sejak Hari Raya Kabar Sukacita. Pada hari itu aku melihat Santa Perawan Maria untuk pertama kalinya. Di tingkat pertama, kami tidak pernah melihatnya. Dengan melihatnya kami menjadi berbesar hati dan Bunda terkasih ini berbicara kepada kami tentang Surga. Sementara kita memandangnya, penderitaan kami sebagian besar diringankan.

Engkau bertindak benar dengan berdoa kepada St Mikhael dan mendorong yang lain untuk melakukannya. Orang sungguh bahagia di saat ajalnya apabila ia menempatkan kepercayaannya kepada beberapa dari orang kudus. Mereka akan menjadi pelindungnya di hadapan Allah pada saat mengerikan itu.

Biasakan hidup di hadirat Allah dengan niat murni. Allah mencari jiwa-jiwa berbakti yang akan mengasihi-Nya demi Allah Sendiri. Jiwa-jiwa demikian sangatlah sedikit. Ia menghendaki engkau menjadi salah seorang dari sahabat-Nya yang sejati. Banyak orang berpikir bahwa mereka mengasihi Allah, tetapi mereka mengasihi-Nya demi diri mereka sendiri.

Februari 1875. Perhatikan dengan seksama kehidupan batinmu. Simpan segala masalah-masalah kecilmu bagi Yesus Seorang. Ia dapat dengan baik memberikan kepadamu apapun yang Ia ambil darimu. Hidupmu haruslah merupakan satu tindakan batin kasih dan matiraga yang terus-menerus, tetapi hanya Allah saja yang boleh mengetahuinya. Tak perlu lakukan yang luar biasa. Amalkan hidup yang sangat tersembunyi, namun erat bersatu dengan Yesus.

Kasihilah Allah sepenuhnya. Betapa bahagianya jiwa-jiwa yang melakukan ini. Mereka memiliki harta pusaka! Penitensi besar hidupmu adalah, bukan ketidak-hadiran Yesus-mu, melainkan kesedihan mendalam atas segala sakit yang telah kau berikan kepada-Nya, melalui ketakmampuanmu mengasihi-Nya sebagaimana engkau kehendaki, sebagai balas atas limpahan rahmat yang telah Ia curahkan atasmu dan yang akan terus Ia curahkan atasmu.

Kasihilah semua orang, akan tetapi janganlah menempatkan kepercayaan sepenuhnya pada siapa pun, sebab Yesus ingin menjadi karib kepercayaanmu. Segalanya untuk Dia dan bagi Dia Seorang. Lakukanlah segala tindakanmu di hadapan Allah seperti yang telah sering aku katakan kepadamu. Konsultasikan kepada-Nya sebelum segala yang kau lakukan atau katakan. Biarkan hidupmu menjadi hidup dalam iman dan kasih ... Jangan lakukan suatupun demi dikenal. Tanpa menyinggung perasaan siapa pun, hindari persahabatan dengan mereka yang terlalu banyak bicara dan mereka yang tak berbelas-kasihan. Sementara diri pihakmu sendiri, sibuklah dengan urusanmu sendiri. Simpan pendapat untuk dirimu sendiri dan jangan pernah mengungkapkannya terkecuali wajib melakukannya. Sibukkan diri dengan hanya satu subyek saja, sumber mataair hidupmu, Yesus.

8 Desember 1875. Kasihilah Allah dengan sepenuh hati. Jangan takut akan penderitaanmu sendiri. Andalkan Dia, jangan pernah andalkan dirimu sendiri. Matilah bagi dirimu sendiri dari pagi hingga malam ... Janganlah bernapas atau hidup terkecuali bagi Yesus Kristus. Allah haruslah menjadi satu-satunya karib kepercayaanmu. Janganlah mengeluh kepada siapa pun terkecuali kepada-Nya. Biarlah kau cukup tersembunyi dari mata orang lain.

Hari Raya Kabar Sukacita. Ketika Allah menghendaki suatu jiwa menjadi milik-Nya sepenuhnya, Ia mulai dengan meremukkan jiwa, sangat dahsyat bagai buah-buah apel diremukkan dalam mesin penghancur - demi menyingkirkan hawa nafsunya, cinta dirinya, singkat kata, segala cacat-celanya. Ketika jiwa telah cukup hancur, Ia membentuknya kembali seturut kehendak-Nya. Jika jiwa setia, jiwa akan segera berubah. Hanya sesudah itulah Yesus mengisinya dengan rahmat-rahmat pilihan dan membanjirinya dengan kasih-Nya.

Yesus ingin kau berhubungan dengan-Nya, seperti layaknya seorang sahabat karib, tanpa rasa takut apapun. Memang benar bahwa kemahamuliaan-Nya menakutkan dan bahwa engkau tak layak berbicara akrab demikian dengan Yesus-mu, tetapi bukankah Ia Tuan yang memperkaya siapa saja yang Ia kehendaki? Mintalah Yesus membuatmu kaya dalam segala keutamaan, sebagaimana Ia menghendakimu demikian, akan tetapi sementara itu, bentuklah hidupmu seturut ilham-Nya. Perbesarlah hatimu sebab apa yang dikehendaki Yesus lebih dari segalanya adalah melihat jiwa dalam kasih-Nya. Betapa rahmat-rahmat mengagumkan akan kau terima jika kau setia, rahmat-rahmat yang bahkan tak pernah terpikirkan olehmu.

12 Mei. Bermatiragalah secara jasmani, tetapi teristimewa secara rohani. Lupakankan diri sendiri. Sangkallah diri dalam segala hal. Jangan pernah melihat apa yang dilakukan orang-orang lain. Allah tidak menuntut kesempurnaan yang sama dari setiap orang. Tidak semua orang beroleh pencerahan yang sama, tetapi engkau, yang dicerahkan oleh Yesus Sendiri, pandanglah Dia saja, biarlah Ia menjadi target dan tujuanmu dalam segala hal.

Janganlah kenal lelah dalam bekerja. Mulailah setiap hari seolah sejauh ini engkau belum melakukan apapun. Penyangkalan terus-menerus dalam kehendak dan kenyamanan dan pendapat sendiri merupakan suatu kemartiran panjang, tetapi yang paling berkenan bagi Allah. Allah menghendakimu menjadi suatu yang istimewa, bukan sehubungan dengan lahiriahmu, melainkan jiwa batiniahmu. Ia minta darimu suatu persatuan dengan DiriNya, begitu erat hingga engkau tiada pernah melupakan-Nya, bahkan di tengah pekerjaan-pekerjaan yang menyita tenaga dan pikiran.

Sementara di bumi orang tak dapat sungguh-sungguh menggambarkan atau membayangkan seperti apa Allah sesungguhnya, tetapi kami (di api penyucian) mengetahui dan memahami-Nya seperti Dia adanya, sebab jiwa kami terbebas dari segala ikatan yang membelenggunya dan menghindarkannya dari menyadari kekudusan dan keagungan, dan kemaharahiman Allah. Kami adalah para martir, seolah dibakar oleh kasih. Kekuatan yang tak tertahankan menarik kami kepada Allah yang adalah pusat kami, akan tetapi pada saat yang sama suatu kekuatan lain mendorong kami kembali ke tempat silih kami. Kami dalam keadaan tak dapat memuaskan kerinduan kami. Oh, betapa dahsyat penderitaan itu, tetapi kami merindukannya dan tak ada sungut-sungut melawan Allah di sini. Kami menghendaki hanya apa yang dikehendaki Allah. Bagaimanapun, kalian yang di bumi tak mungkin dapat memahami apa yang harus kami tanggung.

Berlakulah cerdik dalam mematiragakan dirimu dan dalam mengalahkan kehendakmu sendiri. Bersikaplah teristimewa baik kepada mereka yang kurang bersahabat denganmu dibandingkan kepada yang lain, tak peduli betapa mereka telah bersalah kepadamu. Ini artinya menyangkal diri sendiri dan menyenangkan Yesus. Tak ada lagi yang lebih penting. Adalah dalam kesempatan-kesempatan ini engkau harus membungkam kehendak manusia, tetapi engkau harus melakukannya sebab Yesus menghendakinya. Janganlah biarkan cinta diri merajalela, melainkan lakukan semua secara membabi buta demi menyenangkan Yesus Seorang.


St Mikhael

1879, retreat pada bulan September. Kami melihat St Mikhael seperti kami melihat para malaikat. Dia tidak memiliki tubuh. Dia datang untuk menjemput jiwa-jiwa yang telah menyelesaikan pemurnian mereka. Dialah yang menghantar mereka ke surga. Dia adalah salah satu di antara para Serafim seperti dikatakan Monsignor. Dia adalah malaikat tertinggi di surga. Malaikat Pelindung kami sendiri datang mengunjungi kami tetapi St Mikhael jauh lebih elok dari mereka. Sementara Santa Perawan, kami melihatnya dalam tubuh. Ia datang ke purgatorium pada pesta-pestanya dan ia kembali ke surga dengan membawa banyak jiwa. Sementara ia bersama kami, kami tidak menderita. St Mikhael menyertainya. Apabila St Mikhael datang sendirian, kami menderita seperti biasa. Apabila aku berbicara kepadamu tentang purgatorim besar dan purgatorium kedua, itu adalah upaya untuk membuatmu mengerti bahwa ada tingkatan-tingkatan berbeda di api penyucian. Begitulah aku menyebut tingkatan purgatorium besar atau paling buruk di mana jiwa-jiwa yang paling bersalah, dan di mana aku tinggal selama dua tahun tanpa dapat memberikan tanda akan siksaan yang tengah aku derita. Tahun kau mendengarku mengerang, ketika aku mulai berbicara kepadamu, aku masih di tempat yang sama.

Di purgatorium kedua, yang masih merupakan purgatorium akan tetapi sangat berbeda dari yang pertama, jiwa menderita hebat, tetapi lebih ringan dibandingkan tempat silih besar. Lalu ada tingkat ketiga, yang adalah purgatorium kerinduan, di mana tak ada api. Jiwa-jiwa yang tak cukup berkobar dalam merindukan surga, yang tidak cukup mengasihi Allah, ada di sana. Di sanalah aku pada saat ini. Selanjutnya, di tiga bagian api penyucian ini, ada banyak tingkat variasi. Sedikit demi sedikit, sebagaimana jiwa dimurnikan, penderitaannya berubah.

Semakin jiwa mengasihi Yesus semakin ia mendapatkan ganjaran dalam segala tindakannya di mata-Nya. Hanya kasih saja yang akan diganjari di surga. Semuanya yang dilakukan demi motivasi lain akan dihitung sebagai bukan apa-apa. Mengasihi Yesus dengan sungguh, sekali dan untuk selamanya, sebagaimana Ia kehendaki darimu. Kemudian aku akan beroleh ganjaran dalam arti bahwa aku akan beroleh kelegaan besar dalam segala penderitaanku.

Apakah Allah kurang berkenan kepadaku beberapa hari ini? Ya, Ia lebih berkenan sebab kau berupaya terlebih lagi untuk menyenangkan-Nya. Adakah kau perhatikan kebaikan-Nya dan perhatian-Nya yang istimewa atasmu? Bukankah Ia juga memberimu banyak sukacita hari-hari belakangan ini? Ia akan selalu bertindak demikian terhadapmu. Semakin banyak yang kau lakukan bagi-Nya semakin terlebih banyak yang akan Ia lakukan bagimu. Aku begitu sangat senang melihat bahwa kau sungguh mulai mengasihi Allah, yang Mahabaik, dan berupaya sungguh-sungguh demi kesempurnaanmu. Andai dengan tinggal sedikit lebih lama di purgatorium aku dapat memperolehkan bagimu agar sampai ke kesempurnaan yang dituntut Allah darimu sesuai rencana-Nya, aku rela menanggung derita itu. Jangan pernah melihat ke belakang untuk memeriksa perilakumu di masa lalu. Biarkan itu sepenuhnya di tangan Allah dan berjalanlah maju dengan mantap. Hidupmu haruslah dapat diringkas dalam dua kata: Kasih dan Kurban. Kurban dari pagi hingga malam, tapi selalu dengan Kasih. Andai saja kau tahu seperti apakah Allah itu, maka tak akan ada kurban yang tak akan dengan sukarela kau lakukan, tak akan ada penderitaan yang tak hendak kau tanggung demi Dia. Andai kau bisa melihat-Nya barang semenit saja maka kau akan sama sekali puas dan terhibur ... Betapa terlebih lagi melihat-Nya untuk selama-lamanya?

Bagaimanakah cara terbaik untuk menghormati St Mikhael? Cara terbaik dan yang paling berdaya-guna dalam memuliakannya di surga dan menghormatinya di bumi adalah dengan menyebar-luaskan devosi kepada jiwa-jiwa di api penyucian, dan memaklumkan misi besar yang ia tunaikan demi jiwa-jiwa menderita ini. Dialah yang dipercaya Allah untuk menghantar jiwa-jiwa ke tempat silih dan menghantar mereka ke rumah abadi mereka sesudah pemurnian. Setiap kali suatu jiwa tiba dan menambah jumlah yang terpilih, Allah dipermuliakan, dan kemuliaan ini dengan suatu cara tertentu mengkomunikasikan dirinya juga kepada sang utusan surgawi. Merupakan suatu kehormatan bagi sang utusan untuk menghadirkan ke hadirat Tuhan kita jiwa-jiwa yang akan memadahkan syukur terima-kasih dan kerahiman-Nya sepanjang kekekalan masa. Aku tak akan pernah dapat membuatmu memahami betapa kasih yang luar biasa yang dimiliki Malaikat Agung Surgawi ini bagi Tuan Ilahi-Nya, dan balasan kasih Allah bagi St Mikhael. Pula tak mampu aku sampaikan kepadamu gagasan sesungguhnya akan cinta dan belas-kasihan St Mikhael bagi kami. Dia menyemangati kami dalam penderitaan kami dengan berbicara kepada kami tentang surga.

Bagaimana mereka merayakan pesta St Mikhael di api penyucian? Pada hari itu St Mikhael datang ke api penyucian dan kembali ke surga dengan membawa sejumlah besar jiwa, teristimewa mereka yang berdevosi kepadanya semasa hidup.


Tingkatan-tingkatan Purgatorium

Aku dapat bercerita kepadamu mengenai tingkatan-tingkatan berbeda di purgatorium sebab aku telah melaluinya. Di Purgatorium besar ada beberapa tingkatan. Di yang paling bawah dan paling menyakitkan, seperti neraka sementara, adalah orang-orang berdosa yang telah melakukan kejahatan-kejahatan mengerikan semasa hidup dan yang kematiannya mengagetkan mereka dalam keadaan itu. Adalah juga nyaris suatu mukjizat bahwa mereka selamat, dan seringkali sebab oleh doa-doa orangtuanya yang suci atau orang-orang saleh lainnya. Terkadang mereka bahkan tak punya waktu untuk mengakukan dosa-dosa mereka dan dunia menganggap mereka binasa, tetapi Allah, yang kerahiman-Nya tak terhingga, memberikan kepada mereka di saat ajal tobat yang dibutuhkan demi keselamatan mereka karena satu atau lebih perbuatan baik yang mereka lakukan semasa hidup. Bagi jiwa-jiwa yang demikian, Purgatorium sungguh mengerikan. Merupakan suatu neraka nyata dengan perbedaan, bahwa di neraka mereka mengutuki Allah, sementara kami memberkati-Nya dan bersyukur kepada-Nya sebab telah menyelamatkan kami.

Sesudahnya adalah jiwa-jiwa, yang meski tidak melakukan kejahatan besar seperti yang lain, namun mereka acuh tak acuh terhadap Allah. Mereka tidak menunaikan kewajiban Paskah mereka dan juga dipertobatkan di saat ajal. Mungkin mereka tak dapat menyambut Komuni Kudus. Mereka berada di purgatorium untuk tahun-tahun panjang keacuhtakacuhan. Mereka menderita kesakitan yang tak didengarkan dan ditinggalkan entah tanpa doa-doa atau jika doa-doa dipanjatkan bagi mereka, mereka tak diperkenankan mendapatkan manfaat darinya. Ada dalam tingkatan ini kaum religius dari kedua jenis kelamin, yang suam-suam kuku, melalaikan tugas, acuh tak acuh terhadap Yesus, juga para imam yang tidak melaksanakan pelayanan suci mereka dengan hormat kepada Allah Yang Mahakuasa dan yang tidak cukup menanamkan kasih kepada Allah ke dalam jiwa-jiwa yang dipercayakan kepada mereka. Aku berada di tingkat ini di purgatorium.

Di purgatorium kedua adalah jiwa-jiwa mereka yang meninggal dengan dosa-dosa ringan yang belum sepenuhnya disilih sebelum kematiannya, atau dengan dosa berat yang telah diampuni namun mereka belum melakukan silih sepenuhnya yang memuaskan Keadilan Ilahi. Di bagian purgatorium ini, juga ada tingkatan-tingkatan berbeda sesuai ganjaran bagi setiap jiwa. Dengan demikian purgatorim dari jiwa-jiwa yang telah dikonsekrasikan atau dari mereka yang telah menerima lebih berlimpah rahmat, lebih lama dan jauh lebih menyakitkan dibandingkan purgatorium orang-orang awam dunia.

Terakhir adalah purgatorium kerinduan yang disebut Ambang Pintu. Sangat sedikit yang lolos darinya. Untuk sama sekali menghindari purgatorium, orang harus memiliki kerinduan yang berkobar akan surga dan Allah. Ini sangatlah jarang, lebih jarang dari yang dipikirkan orang, sebab bahkan orang-orang saleh takut akan Allah dan karenanya, tak memiliki kerinduan yang cukup kuat untuk pergi ke surga. Purgatorium ini memiliki kemartirannya yang sangat menyakitkan seperti yang lain. Dijauhkan dari penglihatan akan Yesus kita yang penuh kasih menambah dahsyatnya penderitaan.

Di manakah gerangan purgatorium berada? Di pusat bumi, dekat neraka, seperti yang pernah kau lihat suatu hari sesudah Komuni Kudus. Begitu banyak jiwa di sana dikurung pada ruang yang terbatas. Ada ribuan dan ribuan jiwa di sana. Akan tetapi, jika demikian, berapa besar ruang yang ditempati suatu jiwa? Setiap hari ribuan jiwa datang ke purgatorium dan kebanyakan dari mereka tinggal selama tigapuluh hingga empatpuluh tahun, sebagian tinggal untuk jangka waktu yang lebih lama, sebagian yang lain lebih singkat. Aku katakan ini dalam istilah hitungan duniawi sebab di sini hitungannya sangat berbeda. Oh, andai saja orang tahu dan mengerti apa itu purgatorium dan apa artinya mengerti bahwa kami di sini karena kesalahan kami sendiri. Aku telah berada di sini selama delapan tahun dan tampaknya bagiku seperti sepuluh ribu tahun. Ah Allah-ku! Katakan semua ini kepada Pater, agar ia dapat belajar dariku seperti apa tempat penderitaan ini dan membuatnya lebih dikenal di kemudian hari. Ia akan dapat mencari tahu sendiri betapa menguntungkannya memiliki devosi mendalam kepada jiwa-jiwa suci di api penyucian. Allah kerap menganugerahkan lebih banyak rahmat melalui perantaraan jiwa-jiwa menderita ini dibandingkan melalui doa-doa para kudus. Biarkan Pater, jika ingin memastikan untuk mendapatkan apa yang ia inginkan, memohon pada jiwa-jiwa yang paling mengasihi Bunda Maria. Ini, karena Bunda Maria berharap lebih dari segalanya untuk membebaskan jiwa-jiwa. Maka Pater akan tahu apakah doanya didengarkan atau tidak.

Keadilan Allah menahan kami di purgatorium, dan kami layak untuk itu, tetapi Hati-Nya yang maharahim dan kebapaan tiada meninggalkan kami di sini tanpa penghiburan. Kami dengan berkobar-kobar merindukan persatuan sempurna dengan Yesus, tetapi Ia merindukannya juga nyaris sebanyak kerinduan kami. Di bumi, terkadang Ia mengkomunikasikan DiriNya kepada jiwa-jiwa tertentu dalam suatu cara yang paling akrab (sedikit saja jiwa, karena, begitu sedikit yang akan mendengarkan-Nya) dan Ia senang mengungkap rahasia-rahasia-Nya kepada mereka. Jiwa-jiwa yang mendapatkan anugerah ini adalah mereka yang berupaya menyenangkan-Nya dalam segala perilaku mereka dan yang hidup dan bernapas hanya bagi Yesus dan berusaha untuk menyenangkan-Nya.

Lalu apa yang terjadi dengan doa-doa yang dipanjatkan Pater P. bagi mereka? Mereka yang di surga bagi siapa doa-doa dipanjatkan di dunia dapat menggunakan doa-doa itu bagi jiwa-jiwa yang mereka kehendaki mendapatkan manfaat darinya. Suatu pemikiran yang sangat menghibur bagi mereka yang di dunia lain mengetahui bahwa sanak-saudara dan teman-teman mereka di bumi tidak melupakan mereka, meski mereka tak lagi membutuhkan doa-doa. Sebagai balasnya, mereka bukannya tidak tahu berterima kasih.

Penghakiman Allah sangat berbeda dari mereka yang dari dunia. Ia memperhitungkan temperamen dan karakter masing-masing dan apa yang dilakukan karena kecerobohan atau kejahatan murni. Bagi-Nya yang mengenal rahasia lubuk hati yang paling dalam, tidak sulit melihat apa yang terjadi di sana. Yesus mahabaik, namun Ia juga paling adil.

Katakan padaku apa yang terjadi selama dan sesudah sakrat maut. Adakah jiwa mendapati dirinya dalam terang atau kegelapan? Dalam bentuk apakah hukuman dimaklumkan? Aku tak mengalami sakrat maut seperti yang kau tahu, tapi dapat aku katakan begini, bahwa pada saat terakhir yang menentukan, iblis mengerahkan segala murkanya terhadap dia yang di ambang ajal. Allah mengijinkan jiwa mengalami pencobaan-pencobaan terakhir ini demi menambah ganjaran mereka. Jiwa yang kuat dan murah hati, demi mendapatkan tempat yang lebih mulia di surga, seringkali harus, di akhir hidup mereka dan di saat ajal, bergulat ngeri dengan malaikat kegelapan. Kau adalah saksi akan hal ini. Tetapi mereka selalu keluar sebagai pemenang. Allah tidak pernah membiarkan suatu jiwa yang berbakti kepada-Nya selama hidupnya binasa di saat terakhir. Jiwa-jiwa yang mengasihi Bunda Maria dan memohon pertolongannya sepanjang hidup mereka akan menerima dari Bunda Maria banyak rahmat dalam perjuangan terakhir mereka. Sama halnya bagi mereka yang sungguh berdevosi kepada St Yosef, St Mikhael, atau salah seorang dari para kudus. Telah aku katakan orang berbahagia memliki seorang perantara dengan Allah pada saat-saat mengerikan itu. Beberapa jiwa meninggal dengan cukup tenang tanpa mengalami pencoban-pencoban itu. Allah merancang segalanya. Ia melakukan atau mengijinkan semua demi kebaikan tiap jiwa.

Katakan, kekudusan sejati meliputi apa saja? Kau tahu benar hal itu, tetapi karena kau menghendakinya aku akan mengulanginya untukmu, meski telah kukatakan kepdamu berulang-kali. Kekudusan sejati meliputi menyangkal diri dari pagi hingga malam, menjadi kurban yang hidup, terus-menerus mengesampingkan sisi manusia, membiarkan Allah bekerja dalam dirimu dan bersamamu seturut kehendak-Nya, menerima dengan kerendahan hati rahmat-rahmat yang Ia anugerahkan kepadamu, mengenali diri sebagai tidak cukup layak untuk itu, menghendaki Dia menjadi satu-satunya saksi dari upayamu dan satu-satunya ganjaranmu. Inilah kekudusan yang dikehendaki dan dituntut oleh Yesus dari mereka semua yang rindu menjadi milik-Nya dan meneladani hidup-Nya. Segala yang lain hanyalah ilusi murni belaka.

Beberapa jiwa menjalani purgatorium mereka di bumi dengan penderitaan, yang lain dengan kasih, sebab kasih adalah kemartiran sejati. Jiwa yang sungguh berupaya mengasihi Yesus mendapati bahwa sekalipun demikian segala upayanya itu tidaklah cukup untuk mengasihi-Nya sebanyak yang ia kehendaki, dan itu bagi jiwa merupakan suatu kemartiran abadi yang disebabkan oleh kasih yang bukannya tanpa penderitaan. Ini, seperti aku katakan kepadamu, lebih seperti keadaan jiwa di api penyucian, yang terus-menerus melompat ke arah Dia yang adalah satu-satunya kerinduannya, dan yang pada saat yang sama dilemparkan kembali karena silihnya belumlah sempurna.

Sangat sedikit jiwa yang mendapatkan doa, mayoritas sama-sekali ditinggalkan dan tak ada pemikiran ataupun doa-doa dipanjatkan bagi mereka dari dunia.

Telah aku katakan kepadamu ada sebagian jiwa yang menjalani purgatorium mereka di kaki altar. Mereka tidak berada di sana karena kesalahan yang mereka lakukan di gereja, karena kesalahan-kesalahan yang menyerang Yesus secara langsung, Yesus yang hadir dalam Tabernakel, dihukum dengan sangat berat di purgatorium. Jiwa-jiwa yang ada di sana dalam adorasi berada di sana sebagai ganjaran akan perilaku hormat mereka di Hadirat Suci. Mereka menderita lebih ringan dibandingkan jika mereka berada di purgatorium itu sendiri, dan Yesus, yang mereka kontemplasikan dengan mata jiwa mereka dan mata iman mereka, meringankan penderitaan mereka dengan Kehadiran-Nya yang tak kelihatan.

Apakah kau memiliki pengetahuan yang lebih sempurna tentang Allah dibandingkan kami? Pertanyaan apa itu! Tentu saja kami mengenal-Nya jauh lebih baik dan juga jauh lebih mengasihi-Nya. Sungguh, justru itulah yang mengakibatkan penderitaan terbesar kami. Di bumi kalian tidak tahu seperti apa Allah itu. Di sana, masing-masing dari kalian memiliki gagasan sendiri tentang Allah, seturut pengetahuan kalian yang sangat terbatas, tetapi ketika kita meninggalkan bungkus tanah liat kita dan ketika tak suatupun menghalangi kebebasan jiwa kita, pada akhirnya kita mulai mengenal Allah, kebaikan-Nya, kerahiman-Nya, kasih-Nya. Setelah pandangan yang lebih jelas ini dan haus akan persatuan, jiwa kita merindukan Allah. Inilah kehidupan kami yang sesungguhnya dan kami selamanya ditolak sebab kami tidak cukup murni. Ini, singkat kata, adalah penderitaan terburuk kami, yang paling sulit, yang paling pahit. Oh, andai saja kami diijinkan kembali ke bumi, setelah mengenal seperti apa Allah itu, betapa berbeda kehidupan yang akan kami tempuh! Tapi penyesalan tiada gunanya, dan sementara di bumi kalian tidak memikirkan hal-hal ini dan hidup seolah kalian buta. Keabadian tak ada dalam kamusmu. Bumi, yang hanyalah sebuah ziarah dan menerima hanya jasmani yang dengan sendirinya akan berubah menjadi debu, adalah satu-satunya tujuan bagi nyaris segala kecondongan kerinduanmu dan kalian bahkan tak memikirkan surga sementara Yesus dan kasih-Nya sama sekali dilupakan.

Allah mengasihi jiwa-jiwa sederhana. Oleh karena itu, engkau haruslah pergi kepada-Nya dengan niat baik, selalu siap untuk mengorbankan diri demi menyenangkan-Nya. Terhadap Yesus haruslah engkau bersikap seperti seorang anak kecil terhadap ibundanya, percaya akan kebaikan-Nya dan menempatkan segala kepentingan rohani dan jasmanimu dengan kepercayaan penuh ke dalam Tangan Ilahi-Nya. Setelah melakukan ini, upayakanlah untuk menyenangkan-Nya dalam segala sesuatu tanpa merepotkan diri dengan apapun lainnya. Allah tidak memandang lebih tinggi perbuatan-perbuatan besar atau heroik dibandingkan perbuatan-perbuatan sederhana atau kurban-kurban kecil, asal saja ini dilakukan demi kasih kepada-Nya.

Terkadang bahkan suatu kurban remeh, yang hanya diketahui saja oleh Allah dan jiwa, bisa jadi jauh lebih mendatangkan ganjaran dibandingkan satu kurban besar yang disoraki dengan riuh. Orang haruslah sangat batiniah demi tidak mengambil bagi dirinya sendiri pujian yang diberikan orang. Allah mencari jiwa-jiwa yang mengosongkan diri guna memenuhi mereka dengan kasih-Nya. Ia menemukan sangat sedikit saja. Cinta diri tidak memberikan tempat bagi Yesus. Janganlah biarkan setiap kesempatan untuk mematiragakan diri lewat, teristimewa matiraga batin. Ada banyak rahmat yang hendak dianugerahkan Yesus kepadamu selama Prapaskah. Oleh karena itu, persiapkanlah diri dengan menggandakan semangatmu, tetapi di atas segalanya, kasihilah Yesus. Ia begitu sedikit dikasihi oleh dunia dan sangat berduka karenanya.

Santa Perawan sangat mengasihimu. Dari pihakmu kasihilah dia dengan segenap hatimu dan lakukan segala yang kau dapat demi memperolehkan kemuliaan terbesar yang mungkin baginya.

Perancis memang sangat bersalah, tapi sayangnya dia bukan satu-satunya. Pada saat ini tak ada satu kerajaan Kristen pun yang tidak secara terang-terangan atau dengan cara-cara licik mencoba untuk menghalau Allah dari tengah-tengahnya. Serikat-serikat rahasia dan tuan mereka, iblis, yang membangkitkan dan mengacaukan segala masalah ini.

Sekarang ini adalah saat pangeran kegelapan. Sementara berkuasa ia dapat melakukan yang terburuk, akan tetapi Allah akan menunjukkan bahwa Ia Seorang yang adalah Tuan. Ia dapat menggunakan kekerasan demi mewujudkan kuasa-Nya, namun bahkan dalam pembalasan-Nya, Yesus selalu penuh belas kasihan.

St Mikhael akan campur tangan dalam pergulatan pribadi Gereja yang begitu sangat dianiaya, tapi tak begitu mudah dihancurkan seperti yang dipikirkan si jahat. Adalah dia yang juga adalah pelindung khusus Perancis dan yang akan membantunya mengambil posisi sebagai puteri sulung Gereja, sebab kendati segala kejahatan yang dilakukan di Perancis, masih banyak kebaikan dan begitu banyak jiwa saleh di sana. Aku tidak tahu bilamana St Mikhael akan turun tangan; kau harus berdoa banyak untuk intensi ini. Mohonlah pertolongan sang Malaikat Agung, ingatkan dia akan gelar-gelarnya dan mohonlah padanya untuk menjadi perantara kepada Kristus, yang Hati-Nya menerima pengaruhnya juga. Tetapi pastikan bahwa Santa Perawan tidak dilupakan. Perancis adalah kerajaannya, istimewa dibandingkan semua yang lain. Ia akan menyelamatkanya. Mereka yang menganjurkan pendarasan Rosario di mana-mana layak mendapat pujian. Doa inilah yang paling ampuh dalam saat penting ini.

Apalah artinya beberapa saat yang kita lalui di bumi ini dibandingkan kekekalan? Di saat ajal, kau tak akan mendapati bahwa kau telah melakukan terlalu banyak. Jadilah sangat murah hati, jangan dengarkan diri sendiri tetapi selalu melihat tujuan ke mana Yesus memanggilmu. Itulah kekudusan, kasih yang murni. Lalu majulah dan jangan pernah menoleh ke belakang. Salib-salib besar, salib-salib yang seringkali mematahkan hati, begitulah, adalah bagian dari sahabat-sahabat Allah sendiri.

16 Oktober. Tak ada guna bagimu mengkhawatirkan jiwa-jiwa yang dipercayakan kepadamu, menegur mereka atau mencoba membuat mereka sedikit lebih condong ke arah spiritual. Engkau hanya akan berhasil sejauh kau sendiri spiritual. Hanya melalui pantulan kesalehanmu sendiri kau dapat menempatkannya ke dalam hati mereka. Jika kau sendiri tidak seperti yang seharusnya, jika kau tidak erat bersatu dengan Yesus, kata-katamu akan sampai ke telinga mereka, tetapi tidak akan masuk ke dalam hati mereka, sehingga usahamu tidak akan membuahkan hasil. Adakah kau lihat betapa baiknya bersatu dengan Yesus? Itulah satu-satunya kebahagiaan sejati di bumi.

September 1882. Yesus telah melakukan banyak untukmu dan Ia masih akan melakukan lebih banyak lagi untukmu di masa mendatang, tetapi kau harus menyelaraskan diri dengan rahmat-Nya dalam roh yang murah hati. Jiwa-jiwa yang tiba di puncak kesempurnaan, Ia menuntut mereka menjadi kekasih Hati-Nya. Ia tiada menolak mereka apapun. Apabila kau akan tiba di tingkat itu, Yesus dan kau sendiri akan menjadi satu. Perasaan-perasaanmu, pikiran-pikiranmu dan kerinduan-kerinduanmu akan sama. Oleh karena itu, jadilah baik, bergegaslah menjadi seorang kudus demi mendapatkan kemuliaan besar bagi Sahabat-mu satu-satunya yang menanti saat itu demi membanjiri jiwamu dengan kasih karunia-Nya. Kau belum melakukan cukup upaya dalam menjaga batinmu dan memelihara dalam benakmu Kehadiran Ilahi Yesus. Cobalah bersusah-payah dan kau akan banyak dibantu. Yesus hanya menantikan sedikit kehendak baik dari pihakmu dan Ia akan melakukan sisanya. Katakan pada dirimu setiap hari, "Sebab Yesus mulai menganugerahiku begitu banyak rahmat istimewa, menjadi apakah aku? Bagaimana aku seharusnya? Bagaimana jadinya aku jika aku selalu menyelaraskan diri dengan baik?" Pikiran-pikiran ini yang dimeditasikan selama beberapa menit akan mendatangkan banyak manfaat bagi jiwamu. Hanya saja refleksikan itu dengan serius, sebab adalah kehendak Allah aku mengatakannya padamu. Ia juga menghendaki kau berusaha sungguh-sungguh di jalan kesempurnaan karena di sana tergantung kesempurnaan banyak orang lain. Yesus memiliki kasih yang begitu mendalam kepadamu hinga Ia rindu mencurahkan atasmu rahmat-rahmat pilihan-Nya yang Ia anugerahkan hanya kepada sahabat-sahabat karib-Nya. Percepatlah dengan doa-doa dan kurban-kurbanmu saat bahagia yang akan menjadi saksi persatuan Ilahi yang Yesus ingin bentuk dengan jiwamu.

Semua berlalu dan berlalu dengan cepat. Janganlah banyak khawatir akan hal-hal yang akan berakhir suatu hari. Tujukan pada apa yang tidak akan pernah berakhir. Dengan perbuatan-perbuatan suci kita yang dipersatukan dengan Yesus, marilah kita menghias tahta surgawi kita. Marilah kita menaikkannya beberapa langkah lebih dekat kepada Dia yang akan kita kontemplasikan dan kasihi sepanjang kekekalan masa.

Aku hendak mencoba membuatmu mengerti, sejauh kau dapat di atas bumi ini, seperti apa surga itu. Senantiasa ada pesta-pesta baru satu sesudah yang lain tanpa jeda. Ada kebahagiaan, selalu baru dan begitulah, tampaknya, seperti yang belum pernah dinikmati. Ini adalah aliran deras sukacita yang mengalir tiada henti atas umat pilihan. Surga adalah di atas segalanya dan melampaui segalanya - ALLAH: Allah dikasihi, Allah dinikmati, Allah sumber sukacita; singkat kata, dipuaskan dengan Allah tanpa pernah menjadi puas!

Semakin suatu jiwa mengasihi Allah di bumi, semakin tinggi ia maju dalam kesempurnaan, semakin ia akan mengasihi dan memahami Allah di Surga. Yesus adalah sukacita sejati di bumi dan kebahagiaan abadi Surga.
Sumber : http://yesaya.indocell.net/

Tidak ada komentar: