Kamis, 02 Juli 2015

MELAWAN PERKOSAAN KEADILAN
( Peringatan Terhadap Orang Yang Menghisap Sesamanya )

https://upload.wikimedia.org/wikipedia/commons/thumb/d/d2/Amos-prophet.jpg/220px-Amos-prophet.jpg



Perkataan yang dinyatakan kepada Amos, salah seorang peternak domba dari Tekoa pada zaman Uzia, raja Yehuda, dan zaman Yerobiem, anak Yoas, raja Israel, dua tahun sebelum gempa bumi.

Hai kamu yang mengubah keadilan menjadi ipuh, dan yang menghempaskan kebenaran ke tanah !..
 
Dia yang telah membuat bintang kartika dan bintang belantik, ...yang mengubah kekelaman menjadi pagi,...dan yang membuat siang gelap seperti malam;

 
Dia yang memanggil air laut, dan mencurahkannya ke atas permukaan bumi,...
Tuhan itulah nama-Nya.

Dia yang menimpakan kebinasaan atas yang kuat, sehingga kebinasaan datang atas tempat yang berkubu. Mereka benci kepada yang memberi teguran di pintu gerbang, dan mereka keji kepada yang berkata tulus ikhlas.

Sebab itu, karena kamu menginjak-injak orang yang lemah dan mengambil pajak gandum dari padanya, sekalipun kamu telah mendirikan rumah-rumah dari batu pahat, kamu tidak akan mendiaminya;...sekalipun kamu telah membuat kebun anggur yang indah, kamu tidak akan minum anggurnya.

Sebab Aku tahu, bahwa perbuatanmu yang jahat banyak, dan dosamu berjumlah besar, hai kamu yang menjadikan orang benar terjepit,.. yang menerima uang suap dan mengesampingkan orang miskin di pintu gerbang.

Sebab itu orang yang berakal budi akan berdiam diri pada waktu itu, karena waktu itu adalah waktu yang jahat.

..................


Dengarlah ini, kamu yang menginjak-injak orang miskin, dan yang membinasakan orang sengsara di negeri ini,  

dan berpikir: "Bilakah bulan baru berlalu, supaya kita boleh menjual gandum dan bilakah hari Sabat berlalu, supaya kita boleh menawarkan terigu dengan mengecilkan efa, membesarkan syikal, berbuat curang dengan neraca palsu, supaya kita membeli orang lemah karena uang dan orang yang miskin karena sepasang kasut; dan menjual terigu rosokan?"

TUHAN telah bersumpah demi kebanggaan Yakub: "Bahwasanya Aku tidak akan melupakan untuk seterusnya segala perbuatan mereka! 

Tidakkah akan gemetar bumi karena hal itu, sehingga setiap penduduknya berkabung? Tidakkah itu seluruhnya akan naik seperti sungai Nil, diombang-ambingkan dan surut seperti sungai Mesir?"