Rabu, 03 Juni 2015


MATERAI KETUJUH

“ Wahyu Tuhan Yesus Kristus Kepada Yohanes “




Dan ketika Anak Domba itu membuka meterai yang ketujuh, maka sunyi senyaplah di sorga, kira-kira setengah jam lamanya. Lalu aku (Yohanes) melihat ketujuh malaikat, yang berdiri di hadapan Allah, dan kepada mereka diberikan tujuh sangkakala.

Maka datanglah seorang malaikat lain, dan ia pergi berdiri dekat mezbah dengan sebuah pedupaan emas. Dan kepadanya diberikan banyak kemenyan untuk dipersembahkannya bersama-sama dengan doa semua orang kudus di atas mezbah emas di hadapan takhta itu.

Maka naiklah asap kemenyan bersama-sama dengan doa orang-orang kudus itu dari tangan malaikat itu ke hadapan Allah. Lalu malaikat itu mengambil pedupaan itu, mengisinya dengan api dari mezbah, dan melemparkannya ke bumi. Maka meledaklah bunyi guruh, disertai halilintar dan gempa bumi.

Dan ketujuh malaikat yang memegang ketujuh sangkakala itu bersiap-siap untuk meniup sangkakala.

Lalu malaikat yang PERTAMA meniup sangkakalanya : Dan terjadilah hujan es dan api, bercampur darah, dan semuanya itu dlemparkan ke bumi; maka terbakarlah 1/3 dari bumi dan 1/3 dari pohon-pohon dan hanguslah seluruh rumput-rumputan hijau.

Lalu malaikat yang KEDUA meniup sangkakalanya : Dan ada sesuatu sepertu gunung besar yang menyala-nyala oleh api, dilemparkan ke dalam laut. Dan 1/3 dari laut itu menjadi darah, dan matilah 1/3 dari segala makhluk yang bernyawa di dalam laut dan binasalah 1/3 dari semua kapal.

Lalu malaikat yang KETIGA meniup sangkakalanya : Dan jatuhlah dari langit sebuah bintang besar, menyala-nyala seperti obor, dan ia menimpa 1/3 dari sungai-sungai dan mata-mata air. Nama bintang itu ialah Apsintus. Dan 1/3 dari semua air menjadi apsintus, dan banyak orang mati karena air itu, sebab sudah menjadi pahit.

Lalu malaikat yang KEEMPAT meniup sangkakalanya : Dan terpukullah 1/3 dari matahari dan 1/3 dari bulan dan 1/3 dari bintang-bintang, sehingga 1/3 dari padanya menjadi gelap dan 1/3 dari siang hari tidak terang, dan demikian juga malam hari.

Lalu malaikat yang KELIMA meniup sangkakalanya : Dan aku melihat sebuah bintang yang jatuh dari langit ke atas bumi, dan kepadanya diberikan anak kunci lubang jurang maut. Maka dibukanyalah pintu lubang jurang maut itu, lalu naiklah asap dari lubang itu bagaikan asap tanur besar, dan matahari dan angkasa menjadi gelap oleh asap lobang itu. Dan dari asap itu berkeluaranlah belalang-belalang ke atas bumi, dan kepada mereka diberikan kuasa sama seperti kuasa kalajengking-kalajengking di bumi.

Dan kepada mereka (belalang) dipesankan, supaya mereka jangan merusakkan rumput-rumput di bumi atau tumbuh-tumbuhan ataupun pohon-pohon, melainkan hanya manusia yang tidak memakai materai Allah di dahinya. Dan mereka diperkenankan bukan untuk membunuh manusia; melainkan hanya untuk menyiksa mereka 5 bulan lamanya, dan siksaan itu seperti siksaan kalajengking apabila ia menyengat manusia.

Dan Pada masa itu orang-orang akan mencari maut tetapi mereka tidak akan menemukannya, dan mereka akan ingin mati, tetapi maut lari dari mereka


Dan rupa belalang-belalang itu sama seperti kuda yang disiapkan untuk peperangan, dan di atas kepala mereka ada sesuatu yang menyerupai mahkota emas, dan muka mereka sama seperti muka manusia, dan rambut mereka sama seperti rambut perempuan dan gigi mereka sama seperti gigi singa, dan dada mereka sama seperti baju zirah, dan bunyi sayap mereka bagaikan bunyi kereta-kereta yang ditarik banyak kuda yang sedang lari ke medan peperangan. Dan ekor mereka sama seperti kalajengking dan ada sengatnya, dan di dalam ekor mereka itu terdapat kuasa mereka untuk menyakiti manusia, lima bulan lamanya. Dan raja yang memerintah mereka ialah malaikat jurang maut; namanya dalam bahasa Ibrani ialah Abadon dan dalam bahasa Yunani ialah Apolion. Celaka yang pertama sudah lewat. Sekarang akan menyusul dua celaka lagi.

Lalu malaikat yang KEENAM meniup sangkakalanya : dan aku mendengar suatu suara keluar dari keempat tanduk mezbah emas yang di hadapah Allah, dan berkata kepada malaikat yang keenam yang memegang sangkakala itu: “Lepaskanlah keempat malaikat yang terikat dekat sungai besar Efrat itu.” Maka dilepaskanlah keempat malaikat yang telah disiapkan bagi jam dan hari, bulan dan tahun untuk membunuh sepertiga dari umat manusia. Dan jumlah tentara itu ialah dua puluh ribu laksa pasukan berkuda; aku mendengar jumlah mereka. Maka demikianlah aku melihat dalam penglihatan ini kuda-kuda dan orang-orang yang menungganginya; mereka memakai baju zirah, merah api dan biru dan kuning belerang warnanya; kepala kuda-kuda itu sama selperti kepala singa, dan dari mulutnya keluar api, dan asap dan belerang. Oleh ketiga malapetaka itu dibunuh sepertiga dari umat manusia, yaitu oleh api, dan asap, dan belerang, yang keluar dari mulutnya. Sebab kuasa kuda-kuda itu terdapat di dalam mulutnya dan di dalam ekornya. Sebab ekornya sama seperti ular; mereka berkepala dan dengan kepala mereka itu mereka mendatangkan kerusakan.

Lalu........

Saat malaikat yang KETUJUH meniup sangkakalanya : ..............................






3 komentar:

rodona sormin mengatakan...

trimakasih infonya...
sangat menarik dan bermanfaat...
salam sukses..

rodona sormin mengatakan...

trimakasih infonya...
sangat menarik dan bermanfaat...
salam sukses..

awdawd mengatakan...

infonya sangat menarik...
mantap...
salam sukses...